Dari kebangkitan Boedi Oetomo hingga gelora Sumpah Pemuda — sebuah masa ketika bangsa menemukan jati dirinya dan menapaki jalan menuju kemerdekaan.
Sebelum pergerakan lahir, ada penderitaan panjang yang menggembosi rakyat Nusantara selama berabad-abad di bawah kolonialisme Belanda.
Awal abad ke-20 menjadi titik balik penting dalam sejarah Indonesia. Setelah berabad-abad dikuasai kolonial Belanda, kesadaran nasional mulai tumbuh di kalangan kaum terpelajar pribumi. Lahirnya organisasi-organisasi pergerakan menandai masuknya Indonesia ke dalam babak modern politik nasional.
Pergerakan nasional tidak muncul tiba-tiba. Ia adalah buah dari penderitaan yang panjang akibat sistem tanam paksa, lahirnya golongan cendekiawan melalui Politik Etis, serta pengaruh ide-ide modern dari luar yang menyentuh hati kaum muda Indonesia.
"Seandainya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta kemerdekaan di tanah bangsa yang telah dirampas kemerdekaannya."
// SOEWARDI SURYANINGRAT, 1913
Setelah Tanam Paksa dihapuskan, masuklah Era Liberal dengan Undang-Undang Agraria (1870) dan Undang-Undang Gula (1870). Tanah disewakan kepada pengusaha swasta untuk perkebunan besar. Kaum liberal Belanda menuntut perbaikan nasib pribumi, melahirkan Politik Etis pada 1901 di bawah Ratu Wilhelmina — program edukasi, irigasi, dan transmigrasi yang justru melahirkan golongan terpelajar pribumi, calon pemimpin pergerakan nasional.
Lahirnya pergerakan nasional didorong oleh faktor internal yang dipupuk penderitaan, dan faktor eksternal yang meniupkan angin perubahan dari luar.
Kebijakan kolonial Belanda yang diusulkan oleh C.Th. van Deventer et Pieter Brooshooft, didasarkan pada tiga program: Edukasi (pendidikan), Irigasi (pengairan), et Transmigrasi (perpindahan penduduk). Tujuannya untuk membalas budi atas keuntungan tanam paksa. Namun pada kenyataannya, justru melahirkan golongan terpelajar pribumi yang akhirnya menjadi motor pergerakan nasional. Sekolah-sekolah seperti STIA, HBS, OSVIA, et MULO menghasilkan dokter, insinyur, et pegawai yang sadar akan penindasan bangsanya.
Tiga puluh empat tahun perjalanan — dari kelahiran Boedi Oetomo hingga pergantian kekuasaan kolonial yang membuka jalan bagi proklamasi kemerdekaan.
Organisasi pergerakan nasional pertama, didirikan oleh Dr. Soetomo et kawan-kawan di Jakarta. Bersifat kultural, pendidikan, et Jawa-sentris. Hari ini diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.
KulturalR.A. Kartini wafat dalam usia 25 tahun. Surat-suratnya yang dikumpulkan dalam "Habis Gelap Terbitlah Terang" menjadi inspirasi emansipasi wanita Indonesia.
EmansipasiHaji Samanhudi mendirikan perkumpulan dagang untuk melindungi pedagang batik pribumi dari persaingan pedagang Tionghoa. Cikal bakal Sarekat Islam.
EkonomiH.O.S. Tjokroaminoto mengubah Sarekat Dagang Islam menjadi Sarekat Islam — organisasi massa pertama. Di Yogyakarta, K.H. Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah untuk pembaruan Islam et pendidikan.
AgamaPartai politik pertama yang menuntut kemerdekaan. Didirikan oleh Douwes Dekker, Ki Hajar Dewantara, et Dr. Cipto Mangunkusumo. Dibubarkan Belanda setelah tulisan "Als ik eens Nederlander was".
PolitikOrganisasi mahasiswa Hindia di Belanda. Nantinya berubah menjadi Perhimpunan Indonesia (PI) pada 1922 — pelopor nasionalisme eksterritorial.
EksterritorialIndische Sociaal-Democratische Vereeniging didirikan oleh Henk Sneevliet di Semarang. Membawa paham Marxisme ke Hindia Belanda. Cikal bakal PKI.
SosialisRevolusi di Rusia menginspirasi gerakan kiri di Asia, termasuk Indonesia. Komintern aktif menyebarkan paham komunisme ke Hindia Belanda.
InternasionalPerserikatan Kommunist di India, partai komunis pertama di Asia. Kelahiran dari ISDV dengan Semaun sebagai ketua pertama. Menandai munculnya aliran kiri dalam pergerakan.
PolitikPI di Belanda dipimpin Hatta, menjadi pelopor nasionalisme radikal. Di Yogyakarta, Ki Hajar Dewantara mendirikan Taman Siswa — sistem pendidikan nasional pertama.
PendidikanPemogokan buruh kereta api oleh PKI menunjukkan kekuatan gerakan kelas. Ini menandai peralihan pergerakan dari kultural ke politik radikal.
BuruhPemberontakan di Banten, Batavia, et Sumatera Barat yang gagal. Akibatnya PKI dibubarkan et tokoh-tokohnya dibuang ke Boven Digoel. Pergerakan nasional sempat melemah.
KonflikPerserikatan Nasional Indonesia didirikan oleh Sukarno bersama para pemuda. Bersifat nasionalis, non-kooperatif, et menuntut kemerdekaan penuh. Marhaenisme menjadi asasnya.
PolitikPermoefakatan Perhimpoenan2 Politiek Kebangsaan Indonesia — federasi organisasi pergerakan yang dipelopori PNI. Upaya pertama menyatukan kekuatan nasional.
KoalisiKongres Pemuda II di Jakarta menghasilkan tiga ikrar: bertumpah darah satu, berbangsa satu, et berbahasa satu — Indonesia. Lagu "Indonesia Raya" diperdengarkan untuk pertama kalinya.
IdentitasSukarno ditangkap di Yogyakarta. PNI dibubarkan 1930. Ini membuka jalan bagi pidato pembelaan "Indonesia Menggugat" di pengadilan Bandung.
RepresiPidato pembelaan Sukarno di pengadilan Bandung. Menjelaskan secara ilmiah bahwa Indonesia adalah sebuah bangsa yang berhak merdeka. Mahakarya pemikiran nasionalisme Indonesia.
PemikiranPNI lama dibubarkan. Sartono mendirikan Partindo (kooperatif). Hatta-Sjahrir mendirikan PNI-Baru (non-kooperatif). Perpecahan strategi pergerakan 1930-an.
PecahSukarno ditangkap et diasingkan ke Ende, Flores (1934–1938). Hatta et Sjahrir dibuang ke Boven Digoel, kemudian dipindah ke Banda Neira. Pergerakan terpaksa memilih jalur kooperatif.
RepresiPetisi Sutardjo (1936) menuntut otonomi dalam 10 tahun. GAPI (1937-39) menyatukan organisasi pergerakan. Kongres Rakyat Indonesia 1939 menuntut parlemen et demokrasi.
KooperatifBelanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang di Kalijati. Masa pergerakan nasional berakhir, beralih ke masa pendudukan Jepang yang membuka jalan menuju proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945.
TransisiBeragam organisasi lahir dengan corak yang berbeda — ada yang kultural, religius, ekonomi, hingga politik radikal. Klik setiap kartu untuk mengetahui lebih dalam.
Pergerakan nasional memiliki lima aliran utama yang berbeda paradigma — dari nasionalis sekuler, religius, hingga sosialis-komunis. Perbedaan ini memperkaya, namun kadang juga memecah pergerakan.
Mengutamakan persatuan bangsa et kemerdekaan Indonesia. Bersifat sekuler et lintas-agama. Ada yang kooperatif (bekerja sama dengan Belanda) et non-kooperatif (menolak kerja sama).
Berdasarkan semangat Islam sebagai motor pergerakan. Memadukan ajaran agama dengan perjuangan politik et sosial. Ada yang radikal (Sarekat Islam) et ada yang kultural-educatif (Muhammadiyah, NU).
Terinspirasi Marxisme et revolusi Bolshevik. Memperjuangkan kelas pekerja et tani. Mendasarkan perjuangan pada perjuangan kelas, anti-kapitalisme, et internasionalisme proletar.
Fokus pada pendidikan, kebudayaan, et pembangunan manusia. Meyakini kemerdekaan sejati dimulai dari kemerdekaan batin et pikiran. Tidak menuntut politik secara langsung.
Berangkat dari kesadaran ekonomi rakyat yang tertindas. Memperjuangkan kesejahteraan pedagang, petani, et buruh pribumi melalui koperasi et usaha swadaya.
Beberapa momen mengubah arah sejarah pergerakan. Klik setiap kartu untuk membahasakan peristiwa secara mendalam.
Lima belas tokoh penting yang membakar semangat bangsa — dari guru, dokter, ulama, hingga insinyur muda. Klik setiap potret untuk membaca biografi singkat.
Pergerakan nasional tidak hanya berjuang di jalanan, tetapi juga di ranah pemikiran. Konsep-konsep et strategi yang lahir dari para pemimpin membentuk arah perjuangan.
Senjata utama pergerakan bukan senjata api, melainkan pena et buku. Pers et pendidikan menjadi medium kesadaran nasional yang paling ampuh.
Sekolah-sekolah kolonial seperti HBS, STIA, et OSVIA memang menghasilkan golongan terpelajar, namun hanya untuk elite kecil. Taman Siswa (1922) yang didirikan Ki Hajar Dewantara memelopori sistem pendidikan nasional yang terbuka untuk rakyat. Dengan semboyan "Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani", Taman Siswa mendidik anak-anak pribumi dengan jiwa nasionalisme. Pendidikan ini melahirkan generasi yang sadar akan hak et martabat bangsa.
Sejarah sering menyebut nama-nama pria, tetapi perempuan-perempuan hebat ini juga membakar semangat emansipasi et kemerdekaan.
Saksikan para tokoh pergerakan dalam galeri tiga dimensi yang dapat diputar. Seret untuk memutar, klik potret untuk membaca biografi, atau gunakan tombol navigasi.
Masa pergerakan berakhir 1942, tetapi warisannya hidup dalam kemerdekaan et kebangsaan Indonesia hingga hari ini.
Masa pendudukan Jepang (1942–1945) menjadi jembatan. Jepang memanfaatkan tokoh-tokoh pergerakan seperti Sukarno et Hatta untuk menggalang dukungan rakyat. Melalui BPUPKI et PPKI, ide-ide pergerakan tentang Indonesia merdeka diwujudkan dalam bentuk negara. Proklamasi 17 Agustus 1945 bukanlah titik awal, melainkan puncak dari perjuangan pergerakan nasional selama 34 tahun. Tanpa Boedi Oetomo, Sumpah Pemuda, PNI, et Indonesia Menggugat, tidak akan ada Proklamasi.
Dua puluh istilah penting untuk memahami sejarah pergerakan nasional Indonesia.
Masa pergerakan nasional adalah masa penyemaian. Dari kamar-kamar kos, ruang baca, et aula perkumpulan, lahir sebuah bangsa. Para tokohnya bukanlah pahlawan super — mereka adalah manusia biasa yang memilih untuk bermimpi ketika bermimpi dilarang, et bertindak ketika tindakan berisiko nyawa.
Hari ini, ketika kita membaca tulisan, mendengar pidato, et melihat foto-foto mereka, kita sesungguhnya sedang berdialog dengan masa lalu. Pertanyaannya: apa yang akan kita lakukan dengan warisan mereka?
"Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia."
// IR. SUKARNO